Pentigraf: Sepotong Singkong

 

Singkong, Sumber: wikipedia



Pentigraf 

SEPOTONG  SINGKONG

Oleh: Telly D 


Rani duduk di sudut kamarnya, menggenggam secangkir teh hangat. Pikirannya melayang ke novel In Search of Lost Time karya Marcel Proust, dimana sepotong madeleine menjadi jembatan nostalgia. Dengan hati-hati, ia mengambil sepotong singkong bakar dari piring Ia mencelupkan ujungnya ke dalam teh dan membiarkan rasanya melebur berbaur di lidah  dalam keheningan waktu yang meluruhkan rasa  



Masa kecil yang penuh kekurangan menyeruak. Ia melihat dirinya kecil, duduk di bawah terik matahari, menunggu ibunya membakar singkong di tungku reyot. Saat itu, singkong adalah makanan mewah, satu-satunya yang bisa mengganjal perut kosong. Rasa hangus di lidahnya kini membawa suara tawa ibunya, meski lelah, tetap ceria menghiburnya. Rani tersadar, singkong yang dulu ia benci kini menjadi simbol ketegaran dan cinta.


Tak terasa air matanya jatuh berderai-derai Secangkir teh di tangannya bukan sekadar pengingat; ia baru saja kehilangan ibunya kemarin. Singkong gosong dan hangus sebelah, adalah singkong yang terakhir dibakar ibunya untuknya. Rasa pahit dan aroma hangus itu kini lebih dalam, mengikat kenangan sekaligus kepergian yang memilukan hati.


Pakuwon City, November 2024

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut Diksi

Beli Domain Banyak Discount

www.domainesia.com

Postingan Populer

Label

Recent Posts

Theme Support

Butuh bantuan kami untuk upload atau kustomisasi Template blog ini? Hubungi Saya dapatkan detail kustomisasi tema yang Anda butuhkan.